Internet: Tantangan Guru Masa Kini
Pendidikan dan internet adalah dua hal yang
tidak dapat dipisahkan di era globalisasi saat ini. Baik guru maupun siswa
keduanya tidak mempunyai batasan dalam menggunakan internet. Namun, masalahnya
sekarang adalah apakah guru bisa menggunakan internet dengan benar? Pertanyaan
ini dilontarkan karena pada umunya pengguna internet di Indonesia adalah
demografi yang lahir setelah 1990. Mereka tumbuh dan dibesarkan oleh komputer,
televisi, radio, gadget canggih
dengan berbagai macam merek, dan internet. Kelompok ini adalah generasi yang
tumbuh ketika teknologi informasi sudah mengakar dan menjadi kebutuhan
sehari-hari. Mereka disebut digital native, penduduk asli era
digital.
Berbeda
dengan guru yang pada umumnya lahir tahun 70 dan 80-an. Pada masa itu teknologi
informasi tidak terlalu dominan. Kebanyakan dari para guru adalah mereka yang
mulai memanfaatkan teknologi setelah agak dewasa atau digital immigrant. Perbedaan diantara guru dan siswa ini memisahkan
kedua generasi diantara jurang digital.
Perbedaan tersebut menyebabkan guru tidak
lagi menjadi satu-satunya orang yang paling tahu dengan berbagai informasi yang
sedang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Guru bukan lagi orang yang
lebih pandai dari siswanya. Sehingga bisa saja apa yang ditanyakan oleh siswa
mengenai persoalan atau isu yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan, terkait
dengan pembelajaran di sekolah tidak mampu dijawab oleh guru.
Selain itu, tantangan terbesar guru pada masa
kini adalah mempersiapkan siswanya untuk mampu menghadapi tantangan masa depan
yang lebih berat dan berbagai persoalan yang terus menerus berkembang. Di sini
guru dituntut untuk senantiasa melakukan peningkatan dan penyesuaian kemampuan
profesionalnya.
Untuk
menjawab tantangan tersebut caranya adalah menyelaraskan kearifan dan
keterampilan para guru dengan teknologi yang lazim digunakan oleh siswanya.
Dengan kemampuan seorang guru menggunakan dan memanfaatkan teknologi, seperti internet
akan mempermudah guru dalam menjawab berbagai pertanyaan siswa terkait dengan isu-isu
yang sedang berkembang.
Internet dapat mempermudah para guru dalam
memperkaya materi pembelajaran di sekolah. Di kelas, guru tidak lagi dituntut
untuk mengajar menggunakan papan tulis dan spidol seperti biasanya. Tetapi,
sekarang guru bisa menggunakan media, seperti laptop untuk menampilkan gambar
atau video yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang diunduh guru di
internet. Melalui teknologi informasi seperti internet itulah guru dapat
membagi informasi dengan mudah dan cepat kepada peserta didiknya.
Internet
menyediakan banyak situs yang dapat dijadikan sumber informasi atau sumber
belajar, seperti wikipedia.com, blogspot.com, wordpress.com dan situs-situs lainnya yang dapat dijadikan sebagai
sarana untuk berbagi informasi. Berdasarkan hasil riset Lembaga Riset Nielsen, wikipedia.com telah dikunjungi oleh
62.097 juta pengunjung per bulan, blogspot.com
dikunjungi 45.712 juta pengunjung per bulan, dan wordpress.com dikunjungi 20.357 juta pengunjung per bulan. Hal ini
menunjukkan tingginya animo masyarakat dalam menggunakan internet. Tingginya
angka pengguna internet telah membawa perubahan
besar dalam dunia pendidikan, seperti
meningkatnya prestasi peserta didik dan efisiensi waktu yang dibutuhkan
dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan rumah.
Namun, karena internet tidak hanya digunakan
untuk memperluas pengetahuan, memperkaya sumber belajar, dan berbagi ilmu, maka
dibutuhkan bimbingan dan pengawasan dari para guru untuk mengawasi siswanya
dalam menggunakan internet. Guru harus memperkenalkan penggunaan internet yang
aman kepada siswa mulai dari Sekolah Dasar agar mereka terhindar dari pengaruh
buruk yang ditimbulkan oleh internet.
Oleh sebab itu, peran guru sebagai tenaga
pendidik sangat penting dalam dunia pendidikan. Menurut UU No. 20 Pasal 39 ayat 2 peran seorang pengajar atau pendidik selain
mentransformasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada
anak didik juga
bertugas melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,
terutama bagi pendidik pada perguruan
tinggi.
Guru merupakan tauladan
dan penyemangat siswa dalam belajar. Kasih saying dan perhatian yang diberikan guru akan menjadikan siswa menjadi manusia yang berakhlak
mulia. Pengetahaun yang didapatkan melalui internet menjadikan siswa menjadi manusia yang berkualitas. Sehingga guru dan internet adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan dalam mencapai visi dan misi pendidikan nasional, yaitu memberdayakan semua warga negara Indonesia, sehingga berkembang menjadi manusia yang berkualitas yang mampu dan proaktif
menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Peran seorang guru tidak akan pernah
tergantikan oleh teknologi apapun dalam membentuk sikap dan karakter siswa.
Komentar
Posting Komentar